Kata-kata Pembodohan
Banyak kata-kata pembodohan dan omong kosong yang sudah terlanjur beredar di masyarakat. Dan, itu disampaikan oleh orang-orang tertentu yang kebetulan dipandang memiliki ilmu dan pengetahuan yang sedikit lebih dari yang lainnya. Padahal, nyatanya tidak juga. Mereka itu adalah motivator dan penyampai ajaran agama tertentu. Saya tidak mengatakan atau melabeli mereka sebagai pendakwah. Tapi, kalau Anda menyebutnya seperti itu, ya, silakan. Saya tidak bertanggung jawab.
Kata-kata pembodohan dan omong kosong itu terlanjur dipercaya dan menjadi doktrin bagi sebagian orang. Mengapa saya sebut hanya sebagian? Ya, karena tidak semua omongan motivator dan penyampai ajaran agama tertentu ditaati oleh pendengar atau jamaahnya.
Kata-kata pembodohan dan omong kosong yang terlanjur dipercaya, menjadi doktrin, dan akhirnya mempengaruhi cara orang bersikap dan menjalani hidup. Karena itu, perlu kehati-hatian dalam memilah apa yang disampaikan oleh pihak-pihak yang saya sebutkan di atas.
Salah satu kalimat omong kosong adalah “Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.” Kebanyakan dari mereka yang terlanjur terdoktrin dengan kalimat omong kosong ini memiliki sikap hipokrit dan tidak jarang menjadikan kalimat tersebut sebagai pembenaran atas kondisi kemiskinan dan ketidakpunyaan yang dialaminya. Mereka juga malas. Lacurnya lagi, kemalasan itu yang membuat kehidupan mereka makin terpuruk. Mereka juga kadang menyalahkan Tuhan. Tapi mereka tidak sadar kalau mereka memiliki mindset yang keliru terhadap cara memandang uang dan kebahagiaan. Anehnya lagi, orang-orang seperti ini punya sifat iri dan suka menyinyir orang-orang kaya.
Bagi saya, uang bisa membeli kebahagiaan. Apa buktinya? Kalau istri siri atau gundikmu sedang marah dan mengambek, coba beri dia uang 20 juta dan ajaklah ke mall, lalu tawarkan untuk membeli apa saja yang mereka inginkan. Setelah kamu penuhi semua itu, apakah mereka masih mengambek? Tentu tidak. Alih-alih mengambek, kamu justru akan ditawari seks yang enak. Pakai gaya apa pun mereka pasti mau. Mau doggy-style, helicopter-style, capung-style, buldoser-style pun mereka pasti mau. Ya, karena mereka sudah dibuat bahagia dengan uang. Tidak percaya? Coba saja.
Uang tentu saja bisa membeli kebahagiaan. Yang tidak bisa dibeli dengan uang adalah segala hal yang tidak dijual. Selama itu masih diperjualbelikan, maka uang akan dapat membeli segalanya. Berhentilah percaya pada hal-hal omong kosong. Mulailah berpikir realistis.
O iya, kalau ada motivator atau penyampai ajaran agama yang omong bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan, lantas mereka datang ke tempat acara dengan mobil mewah dan fasilitas hedon, saya sarankan Anda meninggalkannya. Motivasi dan doktrin semacam itu hanyalah omong kosong. Mereka sedang menjual motivasi dan mencari makan dari menjual omongan. Hidup mereka tidak semalang Anda. Makan, minum, dan akomodasi mereka terjamin. Justru mereka percaya bahwa kebahagiaan bisa dibeli dengan uang. Anda sebaiknya fokus bekerja saja daripada mendengar kata-kata pembodohan.
Kata-kata pembodohan lainnya adalah “Harta tidak dibawa mati.” Hal pertama yang Anda harus lakukan adalah lihat yang omong seperti itu. Kalau yang omong seperti itu adalah mereka yang hidupnya mewah dan tercukupi, tempeleng dia. Sebab, yang dia omongkan tidak sesuai dengan kenyataan hidup yang dia alami.
Bagi saya, harta tetap dibawa mati. Lagipula, dengan harta yang tercukupi, Anda bisa memiliki peluang mendapatkan akhirat yang lebih baik lewat harta Anda. Jadi, carilah harta sebanyak mungkin. Jadilah kaya. Tinggalkan omong kosong “harta tidak dibawa mati.”
Omong kosong lain adalah “Tidak apa-apa miskin di dunia, asalkan bahagia di akhirat.”. Kalimat ini lebih tidak masuk akal lagi. Justru cenderung naif. Memangnya kamu sudah bisa memastikan bahwa akhiratmu itu lebih bahagia dari duniamu. Tapi percayalah, kalimat-kalimat seperti ini hanya sebatas dijadikan sebagai jualan motivasi dan doktrin yang seolah-olah dianggap benar oleh pihak-pihak yang saya maksud di atas.
Cukup sekian dulu. Saran saya, kalau Anda mendengar kata-kata pembodohan dan omong kosong di atas, lihat siapa yang bicara. Kalau kondisi hidupnya tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan kepada Anda, sebaiknya tempeleng saja, lalu tinggalkan.
Setelah itu, jalanilah hidup yang realistis. Bekerja keras dan cerdaslah. Carilah uang dan dunia sebanyak mungkin. Biar hidup Anda bahagia. Tidak hanya untuk hidup Anda, tapi hidup anak dan cucu Anda juga harus memiliki probabilitas hidup yang lebih bahagia.